Skip to main content

Welcome to Midnight


Five.
Four.
Three.
Two.
One.

The ball drops and fireworks. Resolutions are made.
People scream and is it possible to change?
Is it really truly possible to leave the past behind?

Another year comes to a close. Another year begins.
With a moment in between.
Why the fuss?
Why the fame and fireworks?
Is it more than hype? More than something else to sell us?
Is there something to this holiday? Something true inside it?
Because isn’t there something inside us that aches for change…
Dreams it to be possible…
To let go.
To hold on.
To leave it behind.
To start again.
To be new.
Is it possible?

If you’re reading this, if there’s air in your lungs, then you’re alive today tonight right now.
And who can know how long we have here…
And is it a gift? Was it ever a gift? Did that ever feel true or could that one day feel true?
Are there things to fight to live for?
Moments and people… Weddings and children and all your different dreams…
Love…
Is your life more than just your own?
And are there broken things you were made to fight to fix?
Will you move for things that matter?

Wouldn’t it be nice if change took just a moment?
Wouldn’t it be nice if it were that easy?
Midnight and we’re new. Midnight and the past erased. Midnight and we’re free.

It seems to come slow. It seems to be a surgery.
Forgiveness. Healing. Letting go. Starting over.
It seems to happen slowly over time.
One day at a time, the choice made new each morning.
Will you fight?
Will you fight to be healthy?
Will you fight to be free?
Will you fight for your story?
Will you fight to get the help you need?

Change takes more than a moment, but maybe there’s also something to this celebration of a moment, something to the way it speaks to us, something to the way we fear it, and dream it to be true. Maybe it’s the most honest moment of the year.

It’s possible to change.

Welcome to Midnight.

Comments

Popular posts from this blog

PENGAMEN JALANAN - ADZAN TELAH BERKUMANDANG

*** Ternyata begitu berat Jalankan sgala printah-Mu Begitu banyak rintangan Tuk menghadapkan wajah ke hadirat-Mu Tuhan Indahnya, dunia ini Membuat aku terlena Bekerja terus bekerja Tak kenal waktu dan tak kenal lelah Gema adzan subuh, aku lelap tertidur Gema adzan dhuhur, aku sibuk bekerja Gema adzan ashar, aku geluti dunia Tuhan, pantaskah sorga untukku Gema adzan maghrib, aku di perjalanan Gema adzan isya’, lelah tubuhku Tuhan Tak pernah lagi kubaca firman-Mu Tak ada waktu buat sujud kepada-Mu Begitu besar kasih dan sayang-Mu Begitu banyak limpahan karuniamu Aku yang sombong dan aku yang lalai Tuhan, pantaskah sorga untukku Petikan lirik dari salah satu lagu pengamen jalanan, pertama kali denger di bis kota saat ngantor di ibukota, saat bulan ramadhan. begitu menyayat hati, begitu menyentuh hati.. Mari kita renungkan, mari kita introspeksi diri, dari keseharian sibuknya kita kerja, sempatkah kita untuk beribadah kepada-Nya ? Terima kasih pengamen jalanan itu mengingatkan kita semua, ...

Mr. ISS's Story

ini adalah catatan lama di Pasar Gelap 2005 beberapa tahun yang lalu, semoga bermanfaat buat adik2 yang mau wawancara 3 menit jadi bintang di slb :) _______________________________________________________________________________________________________________ seko joyo sing bar di interview ro SLB Tadi pagi bangun jam setengah empat, kesusu mangan sahur karo nonton Madrid. Bar kuwi shubuh nang masjid njus turu meneh. Tangi jam wolu njus adus meh siap ning kampus. Ladalah katokku entek, padahal pengen ketemu ro pak wiwit nakoke skripsine wes dikoreksi po urung. Nganggo jeans suwek karo kaos berkerah warna biru. Tiwas arep mangkat lapu motore qodor cepol. Wah ndandani sek, njus mangkat. Lagi mlaku 200 meter ono telpon, mandek. Ternyata bu kris SLB!! Bu kris: halo irfan apa kabar? Kamu ke novotel ya tak tunggu setengah jam, 45 menit juga gak papa, satu jam juga gak papa. Ibu masih mau sarapan juga, kesini ya ibu tadi juga manggil dua orang lain. Wuakhh… kesusu muter balik njus ganti kato...

NINERS,The Story So Far (2002 - 2010)

Perkenalkan saya Qoudar Ramdhani, saya masuk ke 9 pada tahun 2002, saat pertama kali masuk ke sekolah ini kesan saya adalah adanya 'kebebasan',terlihat dari dinding pagar parkir motor sampai ke WC nya dihiasi oleh lukisan tangan atau yg kerennya disebut Graffiti. Sekolah ini sangat rindang, pohon dimana-mana,tumbuhan hijau menghiasi setiap sudutnya. Awal SMA saya mengikuti OSIS, dengan berbagai kegiatan didalamnya, pada awal tahun akhir tahun 2002 baru pertama kali diadakan perayaan HUT SM AN 9 Bandung yg jatuh pada tanggal 20 oktober 2010, perayaan yg saya kira cukup sederhana, dan pada saat itu juga dilakukan penyerahan sumbangan dari panitia PANKREAS 4 yg diketuai oleh kang Rainer dan teh Qori sebagai ketua OSIS-nya berupa satu set alat drum,perlu dicatat pankreas 4 ini sangat sukses lho. :) Cerita akan saya bagi menjadi beberapa bagian, let the story begin : Lingkungan Sekolah Pada awal saya masuk,sangat jauh berbeda dengan sekolah saat ini, kantin di sebelah perpus...